WNI di Malaysia Menjerit Kesedihan Ingin Pulang Ke Tanah Air

GoodNEWS82.com  || DUMAI – Tidak terbayangkan bagai mana nasib warga negara indonesia (WNI) yang berada di malaysia selama masa pandemik Covid-19,sudah tentu mereka dalam kesusahan karena persedian makanan terbatas,persedian uang menipis bahkan dan tidak memiliki pekerjaan.

Dengan hal ini ribuan WNI ini kini hidup terkatung-katung di negeri orang bahkan yang sangat meiris lagi tidak sedikit WNI yang tidur di trotoar,emperan toko dan tidak sedikit pula diantara mereka mukain kelaparan karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Lelah kehidupan yang tak berujung seolah mereka berlari mengejar waktu bahkan tanpa di sadari pula ratapan dannkesdihan mereka pun mulai tak berujung,tak pelak di bulan ramadahan mendekati idul fitri mereka tidak dapat untuk kembali ke tanah air.

Kapal Ferry yang biasanya saban hari mengangkut mereka kini tidak kelihatan lagi bersandar di dermaga ,semuanya berlabuh menunggu adanya kebijakan pembukaan pemukangan WNI.

Sementara itu Pemerintah Kota Dumai di masa ini menutup semua pintu masuk kapal – kapal ferry yang bertujuannke negeri jiran itu,namun di satu sisi ribuan WNI di malaysia mengantungkan nasibnya pada pelabuhan Dumai agar pemerintah Kota Dumai Propinsi Riau umumnya dapat membuka kembali dan menerima kepulangan mereka melalui pintu masuk Dumai.

Mereka juga saudara kita dan warga negara indonesia,yang butuh perhatian serius dari Pemerintah,mereka juga punya keluarga dikampung halaman menunggu kepulangan.

Pemerintah Kota Dumai mestinya juga harus bercermin dari MISI KEMANUSIAN. Warga Negara Indonesia berharap besar pada Pemerintah Kota Dumai, adanya kebijakan khususu yang diambil untuk membuka kembali ferry ke Dumai, hal itu tentunya lebih kepada misi kemanusiaan dan misi harga diri bangsa indonesia di mata negara lain.

Selain itu juga bahwa SOP untuk membuka pelabuhan ferry di malaysia tidak berbeda jauh dengan di Indonesia, mereka juga perlu mengadakan rapat dan koordinasi antar instansi daerah dan pusat yang memakan waktu tidak sebentar.

Setelah penutupan Penutupan kembali pelabuhan dumai pada tanggal 24 april 2020 yang lalu,hingga sekarang ribuan WNI terkatung – katung tanpa arah dan tujuan. Meraka (WNI )yang ada di dekat pelabuhan (Malaysia) tidak dapat bergerak kemana mana selama pandemik Covid-19. Pergerakan hanya dibatasi oleh jarak tertentu dan ratusan ribu orang WNI membutuhkan makan dan minum.

Salah seorang yang yang enggan di sebutkan nama mengatakan ” Kami berharap agar Pemerintah Kota Dumai (Pemko) Dumai untuk dapat membuka kembali pelabuhan Dumai dan menerima kami pulang ke tanah air,kami sudah tidak punya apa-apa disini jangankan uang dan makan minum untuk mandi pun kami susah disini,tolonglah kami,”ujarnya

Merantau di negeri orang bagi sebagian orang bukanlah satu keingin hal itu tentunya pula untuk mencari nafkah dan kehidupan,merka sebenarnya juga tidak ingin jauh dari orang tua,anak dan isteri serta keluarga,selain itu merke juga tidak menginginkan hal ini (Pandemik Covid-19) terjadi.

Momen Ramadhan dan lebaran menjadi hari yang paling ditunggu para WNI. Momen tersebut biasanya dimanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman dan melepas kerinduan bersama keluarga.Namun tidak berbayangkannoleh kita sudah berapa juta tetetasan air mata yang jatuh menahan kesedihan dan penderitaan.

Lamabain tangan sanak keluarga di kampung seolah berkumpul di kelopak mata mereka,namum apalah daya mereka tak punya kuasa untuk itu semua,wahai pemerintah negeri bukalah mata,lihat saudara kita mengharapkan bantuan karena kita adalah negara yang berdaukat dan tidak membiarkan warganya melarat.(ckn)

Penulis : Khairul Iwan
Editor : Joeyibas

Artikel Terkait