BC Dumai Tangkap Oknum ABK Kapal Pembawa Ratusan Smartphone Ileggal

GoodNEWS82.com || DUMAI – Batam yang selama ini dikenal sebagai surga barang elektronik, khususnya telepon selular (ponsel), kini tak lagi menjadi tujuan utama. Penyelundup kini membidik pasar Riau pesisir dan Riau daratan menjadi salah sastu sasaran empuk yang lebih potensial bagi Pebisnis ileggal.

Hal ini terbukti Beacukai Dumai tangkap pemasok Handphone (HP) ilegal dari dari Batam Kepulauan Riau yang di seludupkan melalui salah satu kapal cepat BatamJET2 di Pelabuhan Sri Junjungan pada Senin 16 Desember 2019.

Ratusan ponsel pintar tanpa dokumen resmi tersebut diselundupkan dari Batam menggunakan kapal dengan tujuan akhir Dumai.

Tidak tanggung- tanggung sedikitnya ada 5 kardus handphone seludupan tersebut yang tidak memiliki dokumen lengkap diamankan Beacukai Dumai.

Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi,Gatot Kuncoro. Saat di hubungi menbenarkan terkait adanya tangkapan barang seludupan handphone pintar ileggal tersebut.

“Barang bukti didapatkan 5 kotak berisi Iphone 60 unit fullset dan 20 unit batangan. 33 unit android fullset.Penindakan dilakukan karena atas barang barang tersebut tidak dilidungi dokumen baik manifes maupun dokumen pabean sebagaimana dipersyaratkan atas barang eks kawasan bebas,”jelas Gatot Kuncoro

Selain itu gatot juga mengatakan bahwa selain mengamankan 5 kardus Hanpone merka juga menahan salah seorang Anak Buah Kapal (ABK).dengan inisial (M)

“kita telah melakukan d proses penyidikan dengan tersangka inisial M (abk kapal) dan telah dititipkan ke rutan Dumai.” kata Gatot

Sementara Kepala Pengamanan Rutan Klas IIB Dumai, Aldino Octalaperta, membenarkan,terkait adanya penahanan salah seorang ABK Kapal.

“Ia benar ada 1 tahanan titipan dari BC Dumai, sampai hari ini masih di tahan,dan belum ada putusan karena belum P21.” tutup Aldino

Sementara itu dari Management Ferry Batam Jet Dumai sendiri saat di konfirmasi melalui sambungan telpon dan WA hingga berita ini tayang belum memberikan keterangan.

Penyelundupan ponsel tersebut menggambarkan penyelundupan ponsel yang biasanya menjadikan Batam sebagai market utama, kini membidik market luar Batam. Khususnya Riau dengan pintu masuk Dumai. Hal ini tentunya harus menjadi fokus bagi penagak Hukum.(ckn)

Penulis : Khairul Iwan
Foto : ilustrasi

Sumber : celahkotaNEWS.com

Artikel Terkait